
Dunia penerbangan Indonesia yang sempat terpuruk beberapa tahun lalu, kini mulai ada geliat kehidupan, dengan adanya inovasi teknologi di bidang kedirgantaraan.
Hal ini menjadi topik dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan, yang diselenggarakan Politeknik Penerbangan Surabaya, Kamis 28 September di Surabaya.
Dalam acara ini, hadir Dr. Ing. Ilham Habibie, MBA, putra mantan Presiden Habibie, yang menjabat sebagai Komisaris Perusahaan Industri Penerbangan, dan Dr. Ir. Djoko Sasono, MSc.(Eng)., dari Kementrian Perhubungan.

Dalam paparannya, Dr. Ing. Ilham Habibie, MBA, menjelaskan dalam inovasi tersebut dibutuhkan 3T, yaitu teknologi, talenta, dan toleransi. Dari ke 3 hal tersebut, yang menjadi pilar Dr. Ing. Ilham Habibie, MBA, dalam berinovasi. Salah satu hasilnya, yaitu kolaborasi dengan sang ayah, Prof. DR.(HC) Ing. Dr. Sc. Mult. BJ Habibie, dalam mendesain pesawat R- 80, jenis turbo prop.
Pemilihan turbo prop didasarkan pada kebutuhan pasar domestik dan lebih hemat dalam segi perawatan. Desainnya yang elegan, tak kalah dengan buatan luar negeri.
Sejauh ini, pesawat R-80 diproduksi PT Regio Aviasi Industri, dalam tahap pengembangan desain. Rencananya, akan siap diproduksi tahun 2021.
Perihal pendanaannya,Dr. Ing. Ilham Habibie, MBA, mempunyai 3 skema. Salah satunya mendorong nasionalisme masyarakat dengan adanya program donasi bersama.
Diharapkan dengan jadinya pesawat R-80 bisa memacu adanya produksi pesawat berikutnya. Karena sejauh ini kebutuhan untuk transportasi udara belum bisa memenuhi pasar domestik. Terutama untuk daerah kepulauan. (end, dbs/JD)