Habibie Festival 2017

Daya juang dan semangat nasionalisme tak terkira selalu melekat dalam jiwa BJ Habibie. Buktinya Presiden RI ke-3 BJ Habibie kita ini tetap berkontribusi bagi perkembangan bangsa, meski sudah tak menjabat lagi di pemerintahan. Salah satunya melalui pagelaran Habibie Festival yang digelar pada 7-13 Agustus 2017.

Suksesnya acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran ini menjadi saksi siapa yang dapat gelar “The Next Habibie” dan peluncuran aplikasi “Tanya Eyang Habibie” menjadi tanda dan pemicu meraih cita-cita kawula muda penerus bangsa.

Seperti diketahui bahwa ini adalah kali kedua Habibie Festival diadakan setelah diselenggarakan di Jakarta pada Agustus 2016 lalu.

“Suksesnya [Habibie Fesitival 2016] begitu besar, sehingga kita diminta oleh banyak pihak untuk menyelenggara Habibie Festival lagi. Menjadi acara tahunan,” ujar Ilham Habibie, putra dari B.J Habibie sekaligus penyelenggara.

Festival teknologi dan inovasi

Habibie Festival menampilkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sektor kedirgantaraan, industri strategis, serta telekomunikasi.

Fokus tahun ini adalah festival teknologi dan inovasi. Festival yang diadakan yaitu Festival Penerbangan Drone, Festival Virtual Reality, Festival Funding Indonesia, Festival Makers, dan Festival Video Mobile.

Tema tahun ini adalah “Lihat, Sentuh, Rasakan Teknologi dan Inovasi Terbaru untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. Tema itu dipilih dengan harapan masyarakat, khususnya anak muda, agar akrab dengan teknologi di kehidupan sehari-hari dan menjadi inovatif di bidang teknologi.

“Teknologi semakin lama semakin penting. Rupanya masih banyak rakyat kita belum memahaminya, menganggap itu sebagai hal yang asing, belum mengerti bagaimana menyambungkan itu dengan kehidupan keseharian mereka,” kata Ilham.

Selain itu, festival tersebut dapat mempertemukan sejumlah pihak sehingga menghasilkan partnership demi memajukan industri yang berbasis teknologi.

We are looking at partnership. Antara kita sebagai medium, juga partnership antara seluruh industri. Bagi lembaga-lembaga eksekusi yang ada, bagaimana bisa bekerja sama untuk melakukan sesuatu yang membantu negara ini,” ujar Sachin V. Gopalan, co-founder dan CEO Berkarya Indonesia sebagai bagian dari penyelenggara Habibie Festival.

“Buktikan bahwa kita bukan bangsa ‘kuli’ seperti yang digembar-gemborkan Belanda pada masa penjajahan. Kita bisa berpikir,” kata BJ Habibie.

Oleh karena itu, jumlah mitra dan karya inovasi pun diperbanyak, dari 44 mitra tahun lalu menjadi 100 mitra. Begitu pula dengan jumlah inovasi, dari 36 inovasi yang dipertontonkan, Habibie Festival 2017 menampilkan lebih dari 100 inovasi.

Bila tahun lalu mendatangkan 56.102 pengunjung, kini lebih dari 100.000 orang mengunjungi Habibie Festival 2017 yang dilaksanakan selama 7 hari di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tempat dengan kapasitas yang lebih besar dan hari yang disediakan lebih daripada tahun sebelumnya disediakan. Dengan harapan makin banyak orang yang dapat menikmati Habibie Festival 2017.

Selain itu angka digital reach ditargetkan naik dari 848.236 ke angka 1.500.000. “Digital reach maksudnya orang yang melihat website, melihat video, partisipasi dalam social network, social media kita targetkan dua kali lipat dari tahun lalu,” kata Ilham.

Pemberian penghargaan dan peluncuran aplikasi

Pada hari terakhir rangkaian Habibie Festival 2017, dilaksanakan “Next Habibie” Award. Penghargan tersebut diberikan kepada inovator-inovator muda.

Pada hari yang sama, 13 Agustus 2017, diluncurkan aplikasi berbasis android dan iOS “Tanya Eyang Habibie”.

Aplikasi itu memungkinkan pengguna bertanya seputar teknologi, sains, teknologi, dan industri. Mereka akan mendapatkan jawaban dari BJ Habibie langsung dan dibantu pihak-pihak yang kompeten di bidangnya.

Bidang-bidang yang dapat ditanyakan mulai dari perangkat lunak dan transportasi sampai musik dan fashion.

Aplikasi tersebut akan menampilkan jawaban, salah satunya berformat video.

Harus lebih baik daripada ‘Eyang’

“Buktikan bahwa kita bukan bangsa ‘kuli’ seperti yang digembar-gemborkan Belanda pada masa penjajahan. Kita bisa berpikir,” katanya. Habibie adalah pelopor kemajuan bidang dirgantara, khususnya di Indonesia. (DBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *