Ilham Habibie STTKD

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta mendatangkan sejumlah pakar penerbangan dalam seminar Teknologi Inovasi dan Kewirausahaan Bidang Kedirgantaraan, Jumat (4/5/2018) pekan lalu. Kegiatan yang menghadirkan pakar penerbangan itu sekaligus untuk memberikan motivasi bagi para taruna STTKD.

Ketua STTKD Yogyakarta Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi menyatakan, kegiatan seminar itu secara khusus menghadirkan para pakar yang memiliki kemampuan teori dan praktik di bidang penerbangan. Berbagai informasi para pemateri diharapkan menambah wawasan baru di bidang penerbangan bagi para generasi muda tersebut.

“Kami berharap generasi muda yang ke depan menjadi penerus bidang penerbangan ini mulai memiliki wawasan dari para ahlinya,” ungkapnya di sela-sela seminar.

Mantan pilot Merpati Air dan Penerbang TNI AU ini menilai tingginya peluang pengembangan berbagai sektor di bidang penerbangan di Indonesia. Sehingga lulusan perguruan tinggi penerbangan masih memiliki peran dalam mengembangkan kualitas penerbangan di Indonesia.

Berdasarkan analisisnya, hingga 2028 Indonesia masih krisis teknisi bidang penerbangan. Sehingga masih kekurangan SDM tergolong banyak. Kenyataan itu menuntut perguruan tinggi penerbangan untuk dapat mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkompeten untuk mendukung penerbangan.

“Jadi masa depan pendidikan penerbangan cukup cerah, cukup signifikan untuk bisa bekerja di dunia penerbangan. Kami siap mengambil peran sebagai perguruan tinggi penerbangan,” tegasnya.

Ilham Habibie STTKD

Karena besarnya peluang itu, pihaknya terus berupaya memompa semangat tarunanya dalam mengembangkan keilmuan dan kemampuan bidang penerbangan. Kompetensi lulusan juga didorong agar setara dengan kebutuhan industri penerbangan. “Kalau lulusan pramugari di kita [STTKD] itu harus melalui ujian negara, setelah lulus [dari ujian negara] baru dinyatakan lulus,” ungkap dia.

Direktur Kelaikan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Capt. Avirianto di hadapan para taruna STTKD menyatakan, memulai bekerja di penerbangan dari jabatan paling bawah justru menjadi bekal berharga ke depan seperti yang dilakoninya. Namun, ia menilai generasi muda saat ini lebih banyak memilih instan dan ingin langsung memilih maskapai papan atas dengan jabatan tinggi.

“Kalau saya memulai dari bawah, ketika saya belum menjadi pilot maskapai saya masih menjadi pengajar, ketika teman-teman saya sudah menjadi pilot [maskapai] Garuda dia mengangkut pramugari, saya masih mengangkut para siswa calon penerbang. Tetapi saya tekun menjalani, itu kuncinya,” ungkap dia.

 

Pakar Penerbangan Ilham Akbar Habibie mengatakan pentingnya pemberdayaan dan penguatan masyarakat usia muda untuk ekonomi masa depan karena daya inovasinya. Ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan pada inovasi untuk mencapai tujuannya. Selain itu masyarakat berusia muda perlu lebih fokus di bidang UKM di sektor ekonomi kreatif yang lebih banyak menggunakan teknologi, UKM rintisan diberdayakan dengan teknologi serta industri berdasarkan teknologi yang bermitra dengan UKM.

Ilham Habibie STTKD

“Mengerti proses teknologi, inovasi dan kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan Masyarakat berusia muda di masa mendatang,” kata putra mantan Presiden Habibie ini. (tribunnes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *